Status Anak Yatim Setelah Diadopsi

Status Anak Yatim Setelah Diadopsi oleh Orang Tua Asuh

Status anak yatim setelah diadopsi kerap kali menjadi perdebatan di antara banyak orang. Itulah mengapa pentingnya pendalaman ilmu agama agar bisa mengetahui hal kecil seperti ini. Sebetulnya anak yatim akan tetap menjadi anak yatim meskipun sudah diadopsi oleh keluarga lain.

Hal itu dikarenakan keluarga yang mengadopsi mereka bukanlah keluarga kandung. Artinya bukan satu darah dengan si anak tersebut. Nah, agar bisa memahami lebih detail maka wajib untuk menyimak penjelasan di bawah ini:

Adopsi Anak Yatim

  • Pengertian Adopsi

Adopsi merupakan suatu perbuatan hukum untuk bisa mengalihkan hak anak dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua atau wali yang sah. Sehingga dapat masuk ke lingkungan keluarga orang tua angkat yang akan berdasarkan dari penetapan pengadilan.

Pemindahan kekuasaan dari wali yang sah tentu memiliki tanggung jawab seperti halnya keluarga sebelumnya. Misalnya saja perihal perawatan, perihal memberikan pendidikan dan juga membesarkan anak tersebut sesuai dengan agamanya.

  • Hal-hal Yang Perlu Diketahui

Untuk proses pengangkatan seorang anak yatim harus dilaporkan ke instansi pelaksana yang menerbitkan kutipan akta kelahiran. Proses tersebut paling lambat dilakukan selama 30 hari sesudah diterimanya salinan penetapan dari pengadilan.

Dari hasil laporan yang sudah dilakukan maka pejabat pencatatan sipil akan membuat suatu catatan pinggir di registrasi akta kelahiran ataupun kutipan akta kelahiran. Catatan pinggir ini merupakan catatan yang memberikan tanda jika terdapat sebuah perubahan status. Dan catatan pinggir tersebut memang diletakkan pada bagian pinggir akta atau berada di bagian muka akta.

Keutamaan Mengadopsi Anak Yatim

  • Lebih Memaknai Hidup

Saat mampu berbagi dengan orang lain maka tingkat kebahagiaan akan tumbuh dengan sendirinya. Hal ini dikarenakan otak mampu memproduksi hormon dopamin yang mana hormon tersebut mampu menghasilkan perasaan bahagia. Hormon ini akan muncul ketika seseorang bisa melakukan suatu kegiatan positif secara terus-menerus.

Salah satunya adalah dengan berbagi dengan anak-anak yatim. Dengan melihat mereka maka kita pun akan mampu memaknai hidup ke arah yang jauh lebih positif. Bahkan nantinya kita semua mampu menghargai diri sendiri.

Aturan Mengadopsi Anak Yatim

  • Syarat calon anak adopsi

Terdapat beberapa kriteria untuk anak yatim yang boleh diadopsi. Untuk yang pertama anak tersebut belum pada usia 18 tahun, prioritas yang paling utama adalah anak dengan usia belum genap 6 tahun. Sedangkan untuk anak usia 6 tahun sampai 12 tahun dapat diadopsi selama hal itu terdapat beberapa alasan yang mendesak.

Sedangkan pada anak yang berusia 12 sampai 18 tahun boleh diadopsi jika anak tersebut memang membutuhkan perlindungan khusus. Lalu anak yang bisa diadopsi merupakan anak yang ditelantarkan oleh orang tua kandung, anak yatim yang berada di bawah lembaga pengasuhan ataupun memang memiliki kondisi si yang sangat membutuhkan perlindungan khusus karena menjadi korban kekerasan.

  • Syarat calon orangtua asuh

Sedangkan untuk syarat yang harus dimiliki oleh calon orang tua asuh memiliki keterangan sehat secara jasmani dan rohani oleh dokter. Mengenai usia paling rendah adalah 30 tahun dan yang paling tinggi adalah 55 tahun. Untuk agama juga harus sama dengan calon anak angkat, kemudian punya kelakuan yang baik serta tidak pernah terjerat kasus hukum dikarenakan tindak kejahatan.

Orang tua asuh minimal sudah menikah yaitu sekitar 5 tahun ke atas serta bukan berasal dari pasangan sesama jenis. Kondisi ekonomi dengan status sosial dalam keadaan yang bagus, proses pengangkatan anak juga telah disetujui oleh anak tersebut, orang tuanya ataupun wali yang bertanggung jawab kepada anak tersebut.

Anak Yatim Yang Sudah Diadopsi Apakah Masih Tergolong Anak Yatim?

  • Pembahasan status anak yatim sesuai dengan kitab

Mengutip dari pendapat imam syairozi Syafi’i, di mana yatim merupakan seseorang yang tidak punya ayah sedangkan anak tersebut masih belum baligh. Saat sudah baligh maka sudah tidak bisa disebut sebagai yatim.

Kemudian pendapat dari imam as-Satakhsi Al Hanafi juga mengatakan seseorang yang sudah mimpi basah maka akan keluar sifat yatimnya. Ini pun juga sudah didasari Dengan hadits nabi SAW, yang menyatakan jika tidak disebut yatim apabila sudah baligh.

Dari penjelasan tersebut, status anak yatim setelah diadopsi oleh keluarga baru maka tetap disebut yatim jika belum masuk akil baligh. Lain halnya ketika dia sudah memasuki umur baligh maka sudah tidak lagi disebut sebagai anak yatim. Hal ini pun juga sama ketika ingin memberikan suatu santunan biasanya para penyalur lebih mementingkan anak yang masih di bawah umur.

Nah, dengan adanya pembahasan mengenai status anak yatim setelah diadopsi di atas tentu membuka mata kita untuk lebih paham akan ilmu agama. Kemudian jika ingin melakukan proses adopsi maka pastikan untuk memenuhi persyaratan seperti di atas.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *