Sampai Kapan Anak Yatim Berhak Mendapatkan Santunan

Sampai Kapan Anak Yatim Berhak Mendapatkan Santunan

Rasulullah SAW sangat menganjurkan kita untuk menyantuni anak yatim. Selain mendapatkan keberkahan hidup, menyantuni anak yatim juga mendatangkan banyak pahala. Dengan kata lain bisa kita ibaratkan seseorang yang memelihara anak yatim dengan sangat ikhlas, maka selama hidupnya hingga di akhirat nanti akan selalu mendapatkan pertolongan. 

Lalu, sampai kapan anak yatim berhak mendapatkan santunan? Mungkin pertanyaan ini yang sering terlantarkan dari sebagian banyak orang. Pasalnya memang ada kriteria tersendiri di mana anak masih kita sebut sebagai anak yatim. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya terkait santunan anak yatim, mari simak penjelasan berikut ini.

Aturan Pemberian Santunan Anak Yatim

Sebenarnya memberikan santunan kepada anak yatim bisa anda lakukan dengan berbagai cara. Namun, yang jelas sebelum itu penting sekali untuk mengetahui kriteria anak yang kita maksud sebagai anak yatim, seperti halnya berikut ini kriterianya.

  • Belum Baligh

Bisa kita sebut anak yatim adalah anak yang ketika masih kecil sudah ditinggal mati oleh ayahnya. Berapa umurnya? Tidak ada ketentuan tersendiri terkait umur, yang jelas selama anak tersebut masih belum baligh disebut sebagai anak yatim. Anak yang belum baligh tentunya masih bergantung kepada orang tua ataupun orang lain. Apalagi jika ibunya memiliki keterbatasan ekonomi. 

Baca Juga : Tata cara Sedekah ke Anak Yatim

  • Tidak mempunyai Kerabat yang Dapat Menolong

Kriteria anak yatim yaitu tidak mempunyai Kerabat yang dapat menolongnya. Baik itu dari segi perekonomian, pendidikan dan juga tempat tinggal. Nah, anak yatim yang seperti ini wajib untuk mendapatkan santunan.

  • Terlahir Dari Keluarga Kurang Mampu

Latar belakang anak yatim yang wajib untuk mendapatkan santunan yaitu berasal dari keluarga yang tidak mampu. Berbeda halnya jika anak yatim tersebut masih mendapatkan warisan dari ayahnya dan bisa ibunya kelola dengan baik. Maka anak tersebut tidak wajib untuk mendapatkan santunan.

Kelebihan dan Kekurangan Anak Yatim

Anak yatim memiliki banyak sekali kelebihan. Yang mana jika kita menyantuni anak yatim bisa mendapatkan keberkahan hidup, rezeki dapat lancar dan terhindar dari berbagai bahaya. Inilah kepada Rasulullah SAW sangat mengutamakan anak yatim selama hidupnya.

Hal ini juga sangat Rasulullah anjurkan kepada setiap umatnya agar selalu menyayangi anak yatim seperti halnya anak sendiri. Apalagi jika anak tersebut berasal dari keluarga yang tidak mampu, tentunya akan membutuhkan bantuan dari segi perekonomian, pendidikan dan intinya menjadi kehidupannya.

Anak Yatim Adalah Pihak yang Berhak Mendapatkan Santunan

Kata “yatim” berasal dari bahasa Arab yang bermakna sendiri atau sedih. Sedangkan secara umum, anak yatim merupakan seorang anak yang belum baligh tapi sudah ditinggal mati oleh ayahnya. Nah, ketika sudah dewasa atau sudah baligh, maka anak tersebut tidak lagi sebagai anak yatim. 

Nah, batasan waktu sampai kapan anak yatim berhak mendapatkan santunan, ya sampai anak tersebut sudah dewasa. Pasalnya setelah dewasa anak tersebut akan lebih mengerti jalan hidup yang kedepannya akan di tempuh. Sebaliknya jika masih anak-anak, mereka akan membutuhkannya bimbingan dari orang tua atau orang lain dan juga membutuhkan jaminan kehidupannya.

Apalagi jika memiliki pendapatan lebih akan sangat baik untuk kita berikan kepada anak yatim. Ya, meskipun santunan bisa anda lakukan kapanpun, akan lebih utama di bulan 10 Muharam yang terkenal sebagai bulannya anak yatim.  Selain itu, ada berbagai cara yang bisa anda lakukan untuk menyantuni anak yatim.

Ingin bersedekah kepada anak yatim, ketahui dulu sampai kapan anak yatim berhak mendapatkan santunan. Dengan begitu, kita bisa lebih membedakan mana anak yatim yang paling membutuhkan.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *