Perlindungan Negara Terhadap Anak Yatim-piatu

Perlindungan Negara Terhadap Anak Yatim-piatu

Seperti halnya anak dengan orang tua lengkap pada umumnya, negara Indonesia memiliki perlindungan yang khusus dibuat untuk anak yatim piatu. Dimana dengan adanya perlindungan ini seseorang pun tidak akan semena-mena kepada mereka. Lalu seperti apa sih perlindungan negara terhadap anak yatim-piatu ? Berikut ini merupakan penjelasan lengkapnya:

Anak Yatim Adalah

Anak yatim merupakan seorang anak yang telah ditinggal mati oleh ayahnya. Sedangkan tersebut masih di bawah umur atau belum akil baligh. Anak yatim wajib diberikan santunan dan diberikan dukungan moril sehingga mereka mempunyai kehidupan yang lebih baik meskipun kekurangan kasih sayang dari ayahnya.

Undang Undang Perlindungan Anak Yatim

  • Penjelasan undang-undang khusus anak yatim piatu

Mengenai perlindungan anak yatim yang ada pada undang-undang nomor 48/07 mengenai penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 2 tahun 2007. Kemudian undang-undang pada pasal 31 telah menyebutkan. Apabila terdapat anak yang masih dibawah umur, kemudian orang salah satu orang tuanya telah meninggal atau mereka tidak cakap dalam bertindak sebagai orang tua menurut. Maka akan diganti dengan wali tapi baru yang suka sesuai dengan undang-undang.

Perihal ini apabila keluarga tidak melakukan pengajuan permohonan penetapan wali, maka Baitul mal atau juga balai harta peninggalan sebagai wali pengawas akan mengajukan permohonan penetapan wali kepada pihak pengadilan. Kemudian pihak Baitul mal juga akan mengajukan permohonan pergantian wali. Ini merupakan salah satu perlindungan negara terhadap anak yatim piatu. 

Seorang Anak Dikatakan Sebagai Anak Yatim Ketika

  • Sebuah Yatim

Sebetulnya istilah yang berasal dari bahasa Arab, dimana arti dari hakim tersebut adalah sendiri. Sedangkan makna umumnya yatim ini merupakan anak yang ditinggal wafat oleh ayahnya. Kita sebagai umat Islam yang taat akan perintah Allah SWT, untuk memberikan kasih sayang kepada mereka, memberikan bantuan entah itu dari segi pendidikan dan lainnya.

Penyebab Anak Terlantar

  • Faktor Kemiskinan

Anak-anak yang terlahir dari keluarga ataupun lingkungan kemiskinan menjadikan mereka sangat rentan untuk ditelantarkan. Anak yang terlantar dalam keluarga miskin memang paling mencolok sebab mereka tidak memiliki asupan gizi yang baik sejak di dalam kandungan. Dengan kondisi keterbatasan secara ekonomi seperti ini mengakibatkan keluarga sangat kesulitan untuk memberikan gizi seimbang kepada anaknya.

Hal ini pun juga berakibat anak yang terlahir dalam kemiskinan sangat rentan mendapatkan penyakit. Bahkan yang paling parah adalah terhambat pertumbuhan serta perkembangannya. Karena kelahiran dalam keluarga miskin tak jarang banyak anak yang dieksploitasi secara ekonomi.

Di mana mereka seharusnya punya hak untuk mengenyam pendidikan tapi pada usia yang masih di ini harus membantu orang tuanya. Banyak sekali pekerjaan yang dilakoni oleh anak-anak seperti mengumpulkan barang bekas, menjadi pekerja rumah tangga ataupun mengemis.

  • Tidak berfungsinya sebuah keluarga

Tidak berfungsinya suatu keluarga juga menjadi salah satu penyebab anak terlantar. Mereka yang seharusnya memperoleh pengasuhan dari keluarga tapi ditelantarkan sehingga pertumbuhan fisik ataupun psikisnya tidak baik.

Sedangkan keluarga punya posisi ataupun peran strategis dalam melindungi anak. Bahkan semua agama selalu mengajarkan bagaimana pentingnya peran keluarga karena menjadi sekolah kehidupan untuk anak-anak.

Sosialisasi baik atau buruk, pengajaran nilai-nilai budaya ataupun karakter akan dimulai dari keluarga. Anak pun diibaratkan menjadi kertas putih sedangkan orang tuanya merupakan orang yang turut andil ingin memberikan warna atau gambar apa pada kertas putih tersebut.

Kriteria Anak Yatim Yang Berhak Menerima Santunan

Nah, untuk pembahasan terakhir ini adalah mengenai kriteria dari anak yatim yang berhak mendapatkan santunan. Di dalam agama Islam, terdapat beberapa anak yatim yang memang tidak harus diberikan santunan. Berikut ini merupakan kriteria untuk anak yang bisa mendapatkan santunan tersebut:

  • Keluarga tidak bisa mengasuh anak 

Anak-anak yatim yang sebetulnya masih memiliki kerabat dekat, namun tidak bisa mengasuh anak tersebut maka masuk ke dalam anak yatim yang berhak mendapatkan santunan. Lalu seperti apa bentuk santunan yang bisa diberikan?.

Tentu saja beraneka ragam, contohnya saja bantuan dalam segi pendidikan. Sebab mereka sangat membutuhkan pendidikan entah itu pendidikan agama ataupun formal. Sehingga pada saat mereka dewasa sudah siap untuk menghadapi kehidupan di masyarakat ataupun lingkungan.

  • Kondisi keluarga yang tidak memungkinkan dalam segi ekonomi

Anak yatim yang telah ditinggal manfaat oleh ayahnya kemudian kondisi keluarganya juga tidak memungkinkan dalam segi. Maka anak tersebut masuk ke dalam kategori yang sangat berhak mendapatkan saluran dari para donatur.

Dengan adanya penjelasan mengenai perlindungan negara terhadap anak yatim serta kriteria dari anak yatim yang sangat berhak mendapatkan santunan. Tentu akan membuat Anda semakin paham bagaimana situasi yang dihadapi oleh mereka. Maka dari itu, sebagai warga negara yang baik jika memiliki kecukupan dalam segi ekonomi bisa membantu para anak yang membutuhkan tersebut.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *