Hak dan Kewajiban Anak Yatim

Hak dan Kewajiban Anak Yatim yang Harus Terpenuhi

Sebutan untuk anak yatim adalah anak tersebut ayahnya sudah meninggal saat masih kecil dan sebelum baligh, dan piatu yang meninggal ibunya saja. Sedangkan yatim piatu adalah anak tersebut sudah ditinggalkan keduanya, ayah dan ibunya sudah meninggal. Di sini kita akan membahas tentang hak dan kewajiban anak yatim berikut hadits-hadits yang mendasarinya.

Hak dan Kewajiban Anak Yatim

Beberapa hak anak yatim antara lain mendapatkan kehidupan yang layak (sandang, pangan, papan, dan pendidikan). Sedangkan kewajiban kita sebagai muslim adalah berbuat baik, menyantuni, memelihara, dan memuliakan mereka.

Kelebihan dan Kekurangan Anak Yatim

Dalam hukum Islam, ada sedikit perbedaan dalam menyantuni anak yatim, piatu, maupun yatim piatu. Tidak ada pembahasan tentang piatu dan tidak ada kewajiban menyantuni anak piatu. Sedangkan anak yatim piatu lebih diprioritaskan karena yatim piatu lebih membutuhkan santunan daripada yatim.

Keistimewaan Anak Yatim

Dalam hak dan kewajiban anak yatim, terdapat beberapa keistimewaan yang diperoleh dari menyantuni anak yatim. Keistimewaan tersebut antara lain menyebutkan bahwa kebaikan yang dilakukan termasuk amal sholeh, dan Allah menyukai hamba-Nya yang suka berderma. Memelihara dan menyantuni anak yatim akan menjadi jalan menuju surga.

Keistimewaan yang lain bagi penyantun anak yatim adalah Allah akan menjauhkan mereka dari azab-Nya yang pedih.  Allah menjanjikan akan mencukupi kebutuhan hidupnya, serta Allah akan memperbaiki urusan dunia dan akhiratnya. Santunan yang diberikan kepada yatim piatu akan menjadi santunan kepada Allah, dan Allah akan memperkaya mereka.

Batasan Umur Anak Yatim

Sudah ada dalam pembahasan awal, bahwa anak yatim adalah anak yang ditinggal ayahnya meninggal sebelum dewasa atau baligh. Baligh adalah usia dimana anak laki-laki sudah mencapai usia 15 tahun dan mengalami mimpi basah, dan haid atau menstruasi untuk perempuan. Sehingga hak dan kewajiban anak yatim hanya diberikan kepada mereka yang belum baliq.

Ada sebuah hadits rasulullah yang menjadi dalil bagi Imam Malik, Imam Syafi’i,  dan jumhur ulama. Hadits tersebut menyebutkan Rasulullah pernah bersabda bahwa tidak ada keyatiman setelah baligh. Dari hadits tersebut mereka berpendapat bahwa tidak ada istilah yatim bagi mereka yang ayahnya meninggal saat sudah baligh atau bertambahnya usia (dewasa).

Apa Kewajiban Kita Terhadap Anak Yatim

Allah menjelaskan dan memerintahkan kita dalam Al-Qur’an tentang kewajiban kita terhadap anak yatim ataupun yatim piatu. Bahkan di dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan kata anak yatim hingga 23 kali.  Kewajiban–kewajiban tersebut antara lain seperti berbuat baik kepada anak yatim dan memuliakan mereka.

Mengurus secara patut dan adil serta tidak membeda-bedakan dengan yang lain dan menganggap mereka seperti saudara.Selain itu juga memberi harta dan makanan anak yatim, memperbaiki rumah mereka, serta melindungi harta mereka. Bagi kita yang berkecukupan, kepada anak yatim atau yatim piatu yang miskin perlu kita beri bantuan termasuk makanan dan tempat tinggal.

Hadits Tentang Menyantuni Anak Yatim

Beberapa beberapa hadits menyebutkan tentang hak dan kewajiban anak yatim, adalah sebagai berikut:

  1. Hadits Riwayat Imam Bukhari

Daud a.s berkata: “Bersikaplah kamu kepada anak yatim sebagaimana seorang bapak yang penyayang.” (HR. Bukhari-Muslim)

  1. Hadits Riwayat Imam Muslim

“Orang yang menanggung (mengasuh) anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia seperti dua jari ini di surga.” Malik (perawi hadits) mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah”.(HR. Imam Muslim)

  1. Hadits Riwayat Thabrani

Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Thabrani, Shahih At Targhib Al Albani bahwa: “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua Muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.”(HR. Thabrani)

  1. Hadits Riwayat Ahmad dan Abu Dawud

“Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, maka laksanakanlah pula dalam keislaman. Jamulah tamu, muliakanlah anak yatim dan berbuat baiklah kamu pada tetanggamu.”(HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *