Faktor Penyebab Anak Terlantar

Faktor Penyebab Anak Terlantar dan Siapa yang Berperan untuk Merawat

Faktor Penyebab Anak Terlantar. Sebagai orang tua yang baik, tentu tidak ingin anak kandung nya menjadi anak yang terlantar dan hidup dengan serba kekurangan. Semua orang tua pasti menginginkan anak nya bahagia dan hidup layak sebagaimana mestinya. Namun, di Indonesia masih banyak juga anak-anak yang hidup terlantar karena berbagai faktor. Lalu sebagai seorang muslim, bagaimana cara kita untuk membantu anak terlantar agar hidup layak seperti anak lainnya? Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas beberapa faktor penyebab anak terlantar dan siapa yang berperan untuk merawat. 

Pengertian Anak Terlantar Menurut Undang-Undang

Sudah diatur dengan sedemikian di dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang membahas mengenai anak terlantar, dengan tegas dinyatakan bahwa “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”. Bunyi undang-undang tersebut memiliki arti yang mendalam mengenai peran pemerintah untuk mensejahterakan anak terlantar. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi, memelihara, dan juga membina agar hidup dengan layak. Salah satu upaya pemerintah untuk merawat anak terlantar adalah dengan mendirikan panti sosial yang biasa disebut dengan panti asuhan.

Faktor Penyebab Anak Jalanan

Lalu, apa saja faktor yang menyebabkan anak jalanan menjadi anak terlantar? Banyak sekali faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang sudah ada faktor penyebab anak jalanan diantaranya:

  • Faktor Ekonomi

Tentu saja, faktor awal yang melatarbelakangi anak menjadi anak jalanan adalah faktor ekonomi. Banyak orang tua yang hidup miskin di sekitar kota-kota besar yang akhirnya membuat anak mereka hidup di jalanan karena tidak adanya biaya untuk hidup. Dari banyaknya kasus, faktor ekonomi menjadi penyebab utama seorang anak memilih untuk hidup di jalanan.

  • Faktor Sosial

Lingkungan yang tidak baik sejak kecil ternyata juga mampu mempengaruhi psikologis anak sehingga lebih nyaman tinggal di jalanan dibandingkan dengan mencari pekerjaan. Interaksi yang itu-itu saja membuat anak jalanan tidak mau membuka diri dengan orang lain dan tidak mau mengubah nasibnya.

  • Faktor Budaya

Bisa dikatakan sudah menjadi budaya bahwa orang yang susah dalam segi harta lebih memilih untuk menjadi anak jalanan. Meskipun sebenarnya, anak-anak tersebut tetap bisa hidup dengan lebih layak jika mau berusaha. Akhirnya rela putus sekolah dibandingkan harus berusaha untuk hidup yang lebih baik.

  • Faktor Pendidikan

apa yang menjadikan anak jalanan terbiasa berperilaku menyimpang? Tingkat pendidikan orang tua yang tidak tinggi mampu mempengaruhi anak karena orang tua tidak memiliki pengetahuan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Sehingga tidak heran jika anak jalanan berperilaku menyimpang karena secara moral mereka tidak terdidik. Padahal pendidikan adalah kebutuhan terpenting untuk hidup yang lebih baik.

Perbedaan Anak Terlantar dan Anak Jalanan 

Dari penjelasan di atas, apakah ada perbedaan antara anak terlantar dengan anak jalanan? Anak terlantar adalah anak yang hidup nya memang tidak mendapatkan kasih sayang orang tua atau keluarga dekat dengan baik, sehingga ditelantarkan oleh keluarganya. Sedangkan anak jalanan adalah anak yang memilih hidup di jalanan padahal jika mau berusaha mereka bisa hidup menjadi orang yang lebih baik. anak terlantar dipelihara negara dengan cara di rawat di panti asuhan atau sejenisnya, sedangkan anak jalanan harus direhabilitasi agar cara pandang hidup nya berubah sehingga bisa menjadi orang yang lebih baik dibandingkan ketika berada di jalanan. Itulah beberapa penyebab anak terlantar yang semoga dapat membuka pengetahuan kita. 

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *