Cara Menyantuni Anak Yatim pada Maulid Nabi
|

Cara Menyantuni Anak Yatim pada Maulid Nabi

Cara menyantuni anak yatim pada Maulid Nabi dapat menjadi momentum tepat untuk kita memperoleh keberkahan. Istilah yatim secara bahasa artinya infrared atau sendiri.

Tiap yang sendiri di dalam bahasa Arab disebut dengan istilah yatim. Dalam Syariah, arti kata yatim hampir sama dengan makan dalam bahasa. Yatim adalah orang yang ditinggal wafat oleh bapaknya serta anak tersebut belum baligh.

Tips Menyantuni Anak Yatim pada Maulid Nabi

Memberikan santunan kepada anak yatim merupakan salah satu anjuran dalam Islam.Kita wajib menyantuni anak yatim karena dia sudah tidak lagi mempunyai ayah yang menanggung nafkah mereka.

Tidak hanya anak yang telah ditinggalkan oleh sang ayah (yatim), akan tetapi juga seorang anak yang ditinggal oleh ibunya pun tetap wajib untuk kita santuni, layaknya kita menyantuni anak yatim. Terlebih lagi apabila anak tersebut ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.

Menyantuni Anak Yatim Sesuai Anjuran Nabi

Hakikatnya dalam menyantuni anak yatim berdasarkan anjuran Nabi Muhammad SAW adalah dengan cara membawa anak yatim masuk ke dalam keluarga.

Keluarga muslim akan mencukupi kebutuhan anak yatim, selanjutnya mengajari serta mendidiknya hingga akil baligh. Hal ini menjadi bentuk dari santunan kepada para anak yatim yang utama. Keluarga muslim yang menjadi penjamin anak yatim hendaknya memperlakukan para anak yatim tersebut layaknya keluarga sendiri.

Baik dalam hal sandang, pangan serta pendidikan. Hal inilah yang dilakukan para sahabat Nabi sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW kepada Bilal, “Mereka berdua memperoleh dua pahala, yaitu pahala menjaga kekerabatan dan pahala sedekah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Memperingati Maulid Nabi

Maulid Nabi adalah hari kelahiran Rasulullah SAW. Ini merupakan momen penting dalam kehidupan Rasulullah serta agama Islam. Allah SWT telah mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi alam semesta.

Nabi Muhammad SAW lahir di kota Makkah dari ibu yang bernama Aminah dan ayah yang bernama Abdullah. Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 bulan Rabiul Awal di tahun Gajah bersamaan dengan peristiwa tentara bergajah yang menyerang Makkah.

Tahun Gajah bertepatan dengan tahun 571 pada kalender Romawi. Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh para umat Islam sebagai bentuk untuk mengenang Rasulullah SAW. Untuk memperingati Maulid Nabi nisa dilakukan dengan cara sendiri-sendiri atau bersama-sama.

Selain itu, memperingati Maulid juga dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan cara menyantuni anak yatim pada Maulid Nabi.

Memuliakan Anak Yatim

Rasulullah SAW sangat menganjurkan bagi umatnya untuk selalu memuliakan anak yatim. Selain mendatangkan pahala, menyantuni serta memuliakan anak yatim juga akan mendatangkan keberkahan lainnya.

Dalam Islam, memelihara serta membimbing atau membina anak yatim tidak hanya terbatas pada hal yang bersifat fisik, seperti harta. Akan tetapi juga mencakup berbagai hal yang bersifat psikis.

Terdapat berbagai keutamaan dalam menyantuni anak yatim. Keutamaan tersebut antara lain sebagai ladang pahala karena termasuk amal shalih, jalan masuk surga, Allah menyukai hambanya yang suka berderma, hingga dapat menjauhkan dari azab Allah SWT.

Acara Santunan Anak Yatim

Untuk menyantuni anak yatim pada Maulid Nabi SAW di masa pandemi saat ini, maka pastikan acara tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona.

Dengan mengikuti cara menyantuni anak yatim pada Maulid Nabi tentunya akan menjadi ladang pahala bagi siapapun yang melakukannya. Selain itu, juga dapat merasakan berbagai kemuliaan baik terkait urusan dunia maupun akhirat. Hubungi Hari Yatim Piatu untuk mendapatkan segudang manfaat dan kemudahan menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *