Bolehkah Zakat Mal Untuk Panti Asuhan

Bolehkah Zakat Mal Untuk Panti Asuhan?

Bolehkah Zakat Mal Untuk Panti Asuhan. Sebagai umat Islam, tentu kita sudah tidak asing dengan istilah zakat mal. Zakat mal adalah zakat penghasilan yang wajib dikeluarkan selama satu tahun sekali. Namun masih banyak yang belum mengetahui tata cara, hak-hak, dan siapa saja yang berhak mendapatkan zakat mal. Oleh karena itu sangat penting rasanya mengetahui secara lengkap mengenai zakat mal. Lalu, apa pengertian dari zakat mal itu sendiri? 

Zakat mal adalah istilah yang diambil dari bahasa Arab dan memiliki arti harta atau kekayaan. Dalam Islam zakat mal memiliki pengertian yaitu zakat yang dikenakan atas seluruh jenis harta yang perolehannya tidak bertentangan dengan hukum agama. Beberapa barang yang termasuk zakat mal adalah uang, profesi, emas, hasil tambang, hasil laut, dan masih banyak lagi. Sedangkan, pelaksanaan zakat mal adalah tahunan dan diberikan kepada orang yang berhak menerimanya baik melalui panitia maupun pribadi. 

Bolehkah Zakat Mal Untuk Panti Asuhan

Lalu siapa saja yang berhak mendapatkan zakat mal? Apakah lembaga panti asuhan berhak atau boleh menerima zakat mal dari seseorang? Bolehkah zakat mal untuk panti asuhan?  Sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an, zakat dapat diberikan kepada delapan kelompok salah satunya adalah kepada orang-orang yang sedang dalam perjalanan untuk berjuang di jalan Allah. Panti asuhan adalah salah satu tempat yang digunakan untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa agar tetap mendapatkan kehidupan yang layak baik secara dhohir maupun bathin. Sehingga hukumnya sah-sah saja jika zakat mal diberikan kepada panti asuhan.

Yang Berhak Menerima Zakat Mal

Agar lebih jelasnya, Anda perlu mengetahui golongan orang-orang yang berhak mendapatkan zakat mal. Zakat Mal Untuk Siapa? Berikut penjelasan lebih lengkapnya! 

  • Orang Fakir

Orang fakir adalah orang yang tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhannya. 

  • Orang Miskin

Adalah orang yang bekerja namun penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi segala kebutuhannya.

  • Amil Zakat

Adalah orang yang berperan membagi dan mengelola zakat

  • Mualaf

Adalah orang yang baru masuk Islam dan perlu untuk diperhatikan

  • Orang yang sedang memiliki hutang

Orang yang sedang memiliki hutang tergolong orang yang sedang dalam keadaan susah sehingga sebagai sesama muslim wajib membantunya dengan memberikan zakat

  • Ibnu Sabil

Orang yang sedang dalam perjalanan jauh adalah salah satu yang berhak menerima zakat mal karena tergolong dalam keadaan susah.

  • Hamba Sahaya

  • Orang yang sedang berjuang di jalan dan agama Allah

Bolehkah Zakat Mal Untuk Anak Yatim

Dari penjelasan diatas, secara harfiah memang tidak ada kalimat zakat mal boleh untuk anak yatim. Namun perlu Anda pahami bahwa anak yatim termasuk golongan dhuafa dan orang yang sedang berjuang di jalan dan agama Allah. Oleh karena itu hukumnya boleh jika zakat mal diberikan kepada anak yatim secara langsung ataupun diberikan pada yayasan untuk keberlangsungan anak panti asuhan. Jadi jika ada yang masih bingung mengenai zakat penghasilan sebaiknya diberikan kepada siapa? Jawabannya adalah diberikan kepada 8 golongan di atas agar lebih utama.

Itulah beberapa informasi mengenai  apakah zakat boleh diberikan kepada yayasan panti asuhan? Lembaga sosial panti asuhan di kenal sebagai kelompok orang yang amanah, jujur, dan zakat yang diberikan digunakan untuk jalan Allah, sehingga boleh mendapatkan zakat mal karena berhak menerimanya sesuai dengan syariat. Semoga informasi tersebut membantu menjawab kebingungan Anda selama ini!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *