Bagaimana Cara Menyisihkan Penghasilan Untuk Sedekah

Bagaimana Cara Menyisihkan Penghasilan Untuk Sedekah

Punya penghasilan lebih bukan berarti bisa digunakan untuk berfoya-foya. Memang tidak ada salahnya jika ingin membelikan diri sendiri suatu barang yang diinginkan. Tapi tidak mungkin bukan hal itu akan terus-menerus dilakukan. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sedekah. Lalu bagaimana cara menyisihkan penghasilan untuk sedekah?.

Kebanyakan orang kerap kali mempertanyakan hal seperti ini, di mana mereka tidak bisa mengontrol pengeluaran keuangan untuk berbelanja hal-hal yang tidak dibutuhkan. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipahami.

Cara Menyisihkan Gaji Untuk Sedekah

  • Atur 1-1-1

Maksudnya adalah ini menjadi suatu rumus dalam mengatur keuangan yang berasal dari Salman Al Farisi. Beliau meriwayatkan jika memiliki uang sebanyak 1 dirham, maka bisa digunakan untuk modal bisnis yang lalu dijual dengan seharga 3 dirham.

Selanjutnya pendapatan tersebut akan dibagi, 1 dirham digunakan untuk keperluan keluarga, satu dirham dipakai menjadi modal kembali sedangkan satu dirham lagi akan dipakai untuk sedekah. Konsep seperti ini dapat Anda terapkan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tapi juga dapat membagikan sedikit rezeki bagi orang yang membutuhkan.

  • Langsung Menyisihkan Sebagian Uang

Biasanya beberapa orang akan terlena ketika mendapatkan gaji banyak, dimana akan sering melakukan belanja tanpa perhitungan sama sekali. Maka dari itu langkah yang paling penting adalah setelah menerima upah langsung saja menyisihkan sebagian uang yang dipakai untuk sedekah.

Dalam penyisihan sebagian gaji tersebut, jangan sampai malah kebutuhan sehari-hari tidak bisa terpenuhi. Namun tenang saja, semua kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan baik jika sedekah tersebut dilakukan secara ikhlas tanpa pamrih. Jika bertanya bagaimana cara menyisihkan penghasilan uang untuk sedekah maka dapat melakukan tahapan ini.

  • Jangan Boros

Dalam Quran surat al-furqon ayat 67 menjelaskan apabila terdapat orang membelanjakan harta secara berlebihan, kemudian tidak kikir. Maka termasuk orang-orang yang boros.

Sikap boros memang tidak dianjurkan sama sekali dalam segala hal, begitu pula ketika melakukan pengaturan keuangan. Agama Islam juga melarang seseorang melakukan perbelanjaan hartanya secara berlebihan. Sebab hal itu akan menimbulkan sifat konsumtif dalam diri yang tentunya akan merugikan.

Pastikan untuk membeli sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, tidak kurang ataupun tidak lebih. Jangan pernah membeli suatu barang karena keinginan, karena hal itu akan membuat Anda terbiasa melakukannya.

Contohnya saja jika ingin membeli ponsel keluaran terbaru. Maka jika terdapat handphone terupdate lagi akan punya keinginan untuk membeli lagi. Dibandingkan seperti itu, alangkah baiknya jika sebagian uang tersebut disedekahkan kepada orang yang membutuhkan di sekitar kita.

Sedekah Kepada Anak Yatim

Sedekah kepada siapapun terlebih lagi kepada anak yatim memang tidak akan membuat harta semakin berkurang. Namun hal itu akan menjadikan rezeki selalu datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis sedekah yang paling cocok diberikan kepada mereka:

  • Bahan Makanan Pokok

Saudara-saudara kita yang berada di panti asuhan ataupun tetangga yang telah ditinggalkan oleh bapaknya akan sangat memerlukan uluran tangan dari kita. Setiap orang pasti memerlukan bahan makanan pokok. Terlebih lagi pada panti asuhan yang memang telah menampung banyak anak.

Contoh dari bahan makanan pokok ini seperti sembako yang berisi beras, telur, mie instan, minyak goreng, tepung terigu, gula, dan beberapa hal lain sesuai dengan kebutuhan mereka. Bahan-bahan ini tentu akan sangat bermanfaat agar mereka mampu mengonsumsi makanan bergizi setiap hari dan tidak pernah kekurangan apa pun.

  • Alat-Alat dan Perlengkapan Sekolah

Ketika para anak yatim piatu sudah memasuki usia sekolah, tentu akan memerlukan beberapa perlengkapan. Dikarenakan tidak semua anak bisa memenuhi fasilitas untuk sekolah, maka kita sebagai seseorang yang mampu diwajibkan untuk membantu mereka dalam memenuhi alat-alat dan juga perlengkapan sekolahnya.

Yakni dengan memberikan buku tulis, tas sekolah, seragam sekolah, sepatu dan lain sebagainya. Untuk jenis ini memang menjadi alternatif ketika sudah memberikan bahan-bahan makanan pokok. Karena pastinya, Anda pun pernah melihat bagaimana keadaan para anak yatim saat sekolah. Dimulai dari baju yang sudah tidak layak pakai, sepatu yang ternyata digunakan bergantian. Jadinya dengan bantuan ini akan meringankan beban mereka.

  • Sedekah Pakaian

Setelah memberikan bahan makanan dan kebutuhan dalam bersekolah. Para anak yatim piatu memang memerlukan pakaian bersih dan juga layak untuk dipakai. Biasanya ketersediaan pakaian bagi para anak yatim terlebih lagi di panti asuhan cukup terbatas.

Maka cara yang bisa ditempuh adalah dengan menyedekahkan pakaian yang sudah lama tidak terpakai tapi masih punya kondisi bagus ataupun layak digunakan. Daripada baju-baju tersebut tidak terpakai bahkan memenuhi lemari, memberikannya kepada orang yang membutuhkan akan jauh lebih baik.

Pastinya Anda sudah bisa membayangkan bagaimana raut wajah bahagia mereka jika memperoleh baju baru yang sebelumnya tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. Tentu hal itu juga menjadi salah satu kesenangan tersendiri bagi kita semua yang menjadi pemberi.

  • Buku Bacaan atau Buku Pelajaran

Pada sela-sela kegiatan yang ada di panti asuhan, terkadang para anak-anak akan mengisi waktu luang dengan menyelesaikan tugas individu di sekolah ataupun membaca. Tapi dikarenakan panti asuhan tidak bisa menyediakan berbagai macam buku secara lengkap. Maka Anda bisa menjadi salah satu orang yang memberikan fasilitas ini.

Minta teman-teman ataupun saudara untuk membagikan buku bacaan ataupun buku pelajaran yang sekiranya sangat diperlukan oleh anak-anak dalam tumbuh kembang mereka. Seperti yang kita ketahui jika buku merupakan jembatan ilmu, jadi semua anak-anak bisa memperoleh ilmu ataupun wawasan dari buku yang sudah kita berikan. Tentunya bisa memberikan bekal bagi kehidupan mereka nanti.

Buku juga menjadi salah satu penunjang edukasi bagi anak-anak. Pastikan pula jika buku yang diberikan tepat ataupun sesuai dengan usia mereka. Agar nantinya seluruh isi yang ada dalam buku tersebut mampu dicerna dan dipahami dengan baik.

Berapa Persentase Sedekah Dari Penghasilan

Bagi beberapa orang mungkin masih belum paham bagaimana persentase sedekah dari penghasilan. Meskipun sebetulnya boleh-boleh saja jika ingin memberikan sedekah tersebut sesuai dengan keinginan ataupun kemampuan. Tapi jika ingin menyesuaikan dengan ajaran Islam, berikut ini adalah penjelasannya:

  • Cara Menghitungnya

Persentase memberikan sedekah adalah 2,5% x dengan jumlah penghasilan pada satu bulannya. Contohnya saja ketika seseorang punya penghasilan sekitar 5 juta dalam setiap bulan. Jadi untuk sedekah yang dapat dikeluarkan adalah 2,5% x 5 juta yakni 125.000/bulan.

Terdapat contoh lain yakni:

Ketika harga emas matahari hari ini berkisar 800 ribu per gram makan terdapat yang harus dikeluarkan islam per tahun adalah 68 juta. Penghasilan seseorang muslim per bulan adalah 10 Juta, jadi ketika dalam satu tahun harus membayar utang sekitar 120 juta. Maka orang tersebut sudah punya kewajiban untuk memberi zakat ataupun sedekah selama perbulannya Rp250.000.

Nah, jika Anda masih bingung tentang bagaimana cara menyisihkan penghasilan untuk sedekah. Maka bisa langsung ikuti penjelasan seperti di atas. Dijamin, keuangan masih sangat stabil.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *