Apa Hukumnya Anak Yatim Memberi Sumbangan Ke Anak Yatim
|

Apa Hukumnya Anak Yatim Memberi Sumbangan Ke Anak Yatim?

Tahukah Anda bahwa Islam menempatkan keberadaan anak yatim dengan begitu istimewa? Meskipun demikian masih banyak orang yang tidak menghargai keberadaan anak yatim bahkan melalaikannya. Karena itulah sebagai umat Islam kita harus saling mengingatkan agar tetap menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya. Salah satu bentuk perhatian kita sebagai umat Islam kepada anak yatim adalah dengan menyantuninya dengan baik. Sebenarnya, apa hukumnya anak yatim memberi sumbangan ke anak yatim ?

Dalil Tentang Anak Yatim

Mengenai pertanyaan hukum anak yatim memberi sumbangan kepada anak yatim tentu hukum nya boleh-boleh saja, karena setiap anak yatim pasti memiliki takdir yang berbeda-beda. Ada yang tetap diberi cukup oleh Allah meskipun status nya yatim, ada pula yang menjadi kekurangan setelah menjadi yatim. Nah, yang perlu disantuni paling awal adalah kondisi anak yatim yang mengalami kekurangan setelah menjadi yatim. Dalam Islam, membantu sesama adalah hal yang sangat dianjurkan. Oleh karena itu, sah-sah saja jika anak yatim memberikan sumbangan kepada sesama yatim.

Disebutkan pula dalam Hadits Riwayat Tirmidzi yang berbunyi : “Barang siapa mengambil anak yatim dari kalangan muslimin, dan memberinya makan dan minum, Allah akan memasukkannya ke surga, kecuali bila ia berbuat dosa besar yang tidak terampuni.” Karena itulah mari saling mengingatkan pada sesama muslim untuk berbuat baik kepada anak yatim.

Keistimewaan Anak Yatim 

Jika anak yatim saja boleh memberikan sumbangan kepada sesama yatim, maka kita sebagai orang yang lebih beruntung tentu lebih dianjurkan lagi untuk memberikan santunan kepadanya. Keistimewaan anak yatim juga difirmankan oleh Allah di dalam al-Qur’an dan juga di dalam hadis dari Nabi. Sudah tahukah Anda apa saja keistimewaan anak yatim? berikut penjelasanya!

Amal Sholih yang Diterima

Ketika kita berhadapan dengan anak yatim dan memiliki niat yang baik kepada mereka, maka secara tidak langsung kita telah melakukan amal shalih yang insyaallah akan diterima oleh Allah SWT. Keistimewaan anak yatim yang satu ini sangat menguntungkan bagi siapa saja yang menjalankannya.

Disukai Oleh Allah

Baik anak yatim maupun orang yang menyantuni anak yatim, keduanya sama-sama disukai oleh Allah. Allah menyukai nafkah yang diberikan kepada anak yatim, karena itulah Allah ridho dengan siapapun yang menyantuni anak yatim. Dengan Allah ridho, maka hidupnya akan tenang dunia akhirat.

Perantara Jalan Menuju Surga

Meskipun terlihat menyusahkan diri karena memberikan sebagian harta kepada anak yatim, namun perbuatan ini mengantarkan seseorang menuju surga. Memberi sumbangan saja sudah ternilai baik di mata Allah, apalagi yang menanggung kehidupan anak yatim sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Berapa Usia Anak Yatim Yang Wajib Disantuni

Seperti yang diketahui banyak orang, anak yang disebut anak yatim karena ditinggal mati oleh Ayahnya. Lalu sampai kapan anak yang ditinggal mati ayahnya disebut dengan anak yatim? jawabannya adalah sampai anak tersebut mencapai baligh. Jadi tidak ada batasan berapa umur nya namun dibatasi dengan baligh nya seorang anak. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam as-Syairazi as-Syafi’i yaitu: “Yatim adalah seorang anak yang tidak memiliki ayah sedang dia belum baligh. Jika sudah baligh maka anak tersebut tidak disebut yatim.”

Ketika Anak Yatim Menafkahi Anak Yatim 

Kembali lagi dengan pembahasan diatas mengenai anak yatim yang menafkahi anak yatim, apa saja ketentuan yang harus dicapai dalam menafkahi anak yatim? jawabannya adalah tidak ada batasannya, yang penting pihak menafkahi mampu, tidak terpaksa, dan tidak memberatkan. Semua pasti sah-sah saja. Nah, selain sesama muslim dan sesama yatim yang bisa menafkahi, berikut terdpat adalah golongan yang boleh menyantuni atau memberi sumbangan kepada anak yatim.

Keluarga dari Ayah

Setelah kepergian seorang ayah, maka yang wajib untuk menafkahi anak yatim adalah keluarga dari sang ayah. Karena, nafkah seorang anak memang ada dipihak bapak sebagaimana firman Allah yang berbunyi: “Lelaki adalah pemimpin bagi wanita, disebabkan kelebihan yang Allah berikan kepada sebagian manusia (lelaki) di atas sebagian yang lain (wanita) dan disebabkan mereka memberi nafkah dengan hartanya.” (QS An-Nisa’ 34).

Orang Kaya 

Seperti yang telah diketahui bahwa sebagian dari harta orang kaya terdapat hak nya orang miskin, dan juga anak yatim. karena itulah wajib hukumnya orang kaya menginfakkan sebagian hartanya untuk anak yatim. perbuatan tersebut secara tidak langsung mampu menyucikan seluruh hartanya sehingga mengurangi hisab ketika di akhirat. Namun, perlu diingat bahwa dalam memberi sumbangan kepada anak yatim tidak perlu menunggu kaya, karena Allah menyukai hamba nya yang bersedekah di waktu lapang maupun sempit.

Derajat anak yatim yang tinggi di dalam Islam menyadarkan kita semua bahwa harta hanyalah titipan dan harus dibagi kepada sesama untuk mensucikannya. Semoga informasi diatas bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *