Tentang Hari Anak Yatim

Gerakan Hari Anak Yatim

Sebuah gerakan sosial yang diinisiasi oleh Forum Nasional Panti Sosial Asuhan Anak – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (Fornas PSAA-LKSA) untuk menggalang kepedulian terhadap isu-isu terkait anak yang semakin meluas (gizi buruk, penelantaran anak, kekerasan, eksploitasi, pelecehan seksual, pekerja anak, perdagangan anak, dll.) dan aksi nyata untuk membantu PSAA-LKSA memberikan pengasuhan terbaik untuk anak-anak asuhnya.

Pada tahun 2018, Fornas PSAA-LKSA mendeklarasikan rekomendasi agar 26 Juli dijadikan sebagai Hari Anak Yatim nasional. Deklarasi yang dilakukan di Kota Bandung ketika itu, turut diapresiasi oleh perwakilan dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial, KPAI, para anggota forum dari seluruh Indonesia, serta teman-teman media.

Fornas PSAA LKSA

Sebaran PSAA di 514 Kota/Kabupaten di Indonesia, kini tercatat ada sebanyak 6.320 lembaga – dengan jumlah anak asuh tidak kurang dari 316.000 anak. Masifnya jumlah, sebaran, serta semakin strategisnya fungsi PSAA untuk mewujudkan kesejahteraan sosial anak inilah, yang mendorong dideklarasikannya Forum Nasional Panti Sosial Asuhan Anak – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (Fornas PSAA-LKSA) sejak 16 Juni 2012 di Kota Bandung. Fornas PSAA-LKSA diinisiasi oleh Forum PSAA-LKSA Provinsi se-Indonesia.

Fornas PSAA-LKSA berfokus untuk menjalankan peran penting bagi lembaga kesejahteraan sosial anak di Indonesia; yaitu sebagai wadah berkumpul serta forum pembelajaran untuk mewujudkan Panti Sosial Asuhan Anak yang profesional, maju, dan mandiri.

profile hari anak yatim

Sejumlah isu dan tantangan yang menjadi latar belakang pendirian Fornas PSAA-LKSA ini diantaranya adalah:

Yayasan

Mitra Yatim

Website ini dikelola oleh Mitra Yatim, selaku unit MITRA pelaksana fundraising & strategic partnership gerakan Hari Anak Yatim yang ditunjuk oleh Forum Nasional VA I i M Panti Sosial Asuhan Anak – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (Fornas PSAA-LKSA)